Publikasi Terbaru
RANCANG BANGUN RANGKA MESIN COCOBRISTLE SEMI OTOMATIS
TRI WAHYUDI
Mesin pengurai sabut kelapa menjadi suatu media atau alat produksi yang berperan penting dalam proses penguraian sabut kelapa menjadi serat sabut kelapa, seperti pengoperasian yang dilakukan PT. Sumatera Coconut Island Indonesia. PT. Sumatera Coconut Island Indonesia adalah dari proses produksi cocobristle pada mesin konvensional yang masih dioperasikan semi manual. Oleh karena itu, dibuatlah alat pengurai sabut kelapa otomatis yang menggunakan conveyor sebagai alat untuk jalan nya sabut kelapa. Sebelum pembuatan alat harus terlebih dahulu mendesain rangka dengan menggunakan aplikasi fushion360, rangka mesin yang digunakan menggunakan material besi UNP. Rangka mesin pengurai sabut kelapa dibuat menjadi 5 bagian diantara nya, rangka 1 dan 4 sebagai dudukan roll pengurai sabut kelapa cocobristle. Rangka 2 dan 3 sebagai dudukan mesin motor listrik 1, motor listrik 2 dan gearbox, Gearbox sebagai penggerak conveyor chain, rangka 5 sebagai Jalur Conveyor Chain depan dan Conveyor Chain belakang. Rangka ini di las menggunakan elektroda RD-460 ? 2,6 mm. Saat mesin dijalankan dengan pembebanan sabut kelapa rangka bergetar dengan secara normal, Pengujian getaran rangka juga dilakukan, berikut ini adalah Hasil dari pengujian getaran rangka 36,6 mm/s sampai 48,9 mm/s tergantung pada kekerasan sabut kelapa dan jumlah sabut kelapa. Kata Kunci: Sabut kelapa, Bulu Kelapa, Rangka mesin
PEMBUATAN JOBSHEET PNEUMATIK SELANG 6mm KONTROL PNEUMATIK ALAT STEMPEL 3 POSISI
Triandra andi wijaya
PEMBUATAN JOBSHEET PNEUMATIK SELANG 6 mm KONTROL PNEUMATIK ALAT STEMPEL 3 POSISI Perkembangan alat-alat pneumatik di sektor imdustri memnuntut tenaga kerja terampil di bidang teknologi pneumatik, di politknik jambi alat peraga pneumatik telah diperkenalkan kepada mahasiswa melewati jobsheet sebagai media pembelajaran praktik. Jobsheet merupakan subuah lembaran yang berisikan informasi-informasi pengerjaan dari kegiatan praktik proses pembuatan proyek ahir ini memiliki 2 tahapan. Tahap pertama. langkah-langkah dari pembuatan jobsheet alat stampel 3 posisi dimulai dengan mencari referensi dari internet dan perpustakaan politeknik jambi. Tahap kedua megerjakan diagram blok dan notasi serta mengerjakan rangkain alat stampel 3 posisi di aplikasi festo fluidsimdan melakukan perangkayan pada alat praga. Setelah melakukan 2 tahapan tersebut jobsheet ini di uji coba. Hasil menunjukan Alat stempel ini berfungsi untuk menstempel benda kerja pada 3 posisi. Apabila tombol START ditekan maka selinder A untuk bergerak maju dan melakukan proses penstempelan pada benda kerja. Setelah proses penstempelan selesai, silinder A akan kembali ke posisi awal. silinder B untuk bergerak maju dan melakukan proses penstempelan. Setelah proses penstempelan, silinder B kembali ke posisi semula. silinder C untuk bergerak maju dan melakukan proses pensetempelan. Seletah proses penstempelan, silinder C kembali ke posisi semula proses penstempelan benda kerja berjalan secara berurutan. Josbsheet telah berhasil dilakukan dengan 9 kali percobaan. Didapatkan hasil yang diinginkan. Kata kunci: Jobsheet, Kontrol Pneumatik, Stempel.
Pembuatan jobsheet rangkaian elektro penggerak aktuator dan motor hidrolik pada alat peraga elektro dan pilot valve hidrolik
Vicha karunia bintang atma iahi
Sistem hidrolik memiliki peran penting dalam industri modern, menawarkan fleksibilitas dan efisiensi tinggi. Proyek ini bertujuan untuk membuat jobsheet yang memandu mahasiswa dalam praktik rangkaian elektro penggerak aktuator dan motor hidrolik. Berdasarkan penelitian dan pengujian, jobsheet telah berhasil dibuat melalui lima percobaan yang melibatkan pencarian referensi dan praktik di bengkel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa silinder hidrolik bergerak maju dan mundur secara responsif saat joystick elektrik dioperasikan. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa Teknik Mesin Politeknik Jambi dalam bidang hidrolik. Kata Kunci : Motor Hidrolik, Jobsheet Rangkaian Elektro, Penggerak Aktuator
Upgrade Sistem Kondensasi Dengan Penambahan Lilitan Dan Panjang Tabung Kondensor
Wawan Afriyadi
UPGRADE SISTEM KONDENSASI DENGAN PENAMBAHAN LILITAN DAN PANJANG TABUNG KONDENSOR Metode pengelolaan sampah plastik mencakup insinerasi dan pirolisis. Pengamatan menunjukkan proses kondensasi pada kondensor belum optimal. Penelitian ini dilakukan guna mengoptimalkan kinerja kondensor dengan memperpanjang lilitan dan meningkatkan ukuran tabung kondensor agar proses kondensasi lebih efektif. Objek yang digunakan sampah plastik LDPE. Temperatur air inlet (masuk) awal pada kondensor sebesar 27,5?C sedangkan temperatur keluaran sebesar 33,8?C. Untuk temperatur inlet yang masuk pada berat sampah plastik 1 kg sebesar 31,2?C, berat sampah plastik 1,5 kg sebesar 29,4?C dan sampah plastik 2 kg sebesar 29,4?C. Ini menandakan bahwa temperatur rata rata yang digunakan sebagai temperatur inlet kondesor masih di interval 25-30?C (temperatur kamar). Dengan penambahan lilitan meningkatkan luas permukaan perpindahan panas guna menurunkan temperatur uap dan meningkatkan hasil minyak prolisis. Kata Kunci : Kondensasi, LDPE, Pirolisis
sistem IoT untuk pengukuran tingkat air tanah di perkebunan sawit
Wesi Adhani
SISTEM IoT UNTUK PENGUKURAN TINGKAT AIR TANAH DI PERKEBUNAN SAWIT
TONG SAMPAH PINTAR BERBASIS PLTS OFF-GRID
WILLIAM RAMADHAN MASRI
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan tong sampah pintar berbasis mikrokontroler dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Tong sampah pintar ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah melalui fitur otomatisasi dan pemantauan real-time. Mikrokontroler digunakan untuk mengendalikan sensor dan aktuator yang memungkinkan pengoperasian otomatis, seperti membuka dan menutup tutup tong sampah serta mendeteksi tingkat kepenuhan sampah. PLTS digunakan sebagai sumber energi utama, menjadikan sistem ini lebih ramah lingkungan dan mandiri secara energi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tong sampah pintar ini dapat beroperasi secara efisien dengan konsumsi energi yang minimal, serta meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam pengelolaan sampah. Implementasi teknologi ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan di berbagai lingkungan.