Publikasi Terbaru
Pengaruh jumlah wajib pajak terhadap penerimaan pajak penghasilan badan (studi kasus pada KPP Pratama tunai pura Jambi periode 2019-2023)
Lady Matari Nainggolan
Penelitian ini menganalisis pengaruh Jumlah Wajib Pajak terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan Badan di KPP Pratama Telanaipura Jambi periode 2019-2023 menggunakan metode kuantitatif dengan regresi linear sederhana. Data sekunder diperoleh dari laporan Jumlah Wajib Pajak dan Penerimaan Pajak Penghasilan Badan. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien determinasi (R? = 0,706), yang berarti Jumlah Wajib Pajak menjelaskan 70,6% variasi Penerimaan Pajak Penghasilan Badan, sementara 29,4% dipengaruhi oleh variabel lain. Namun, uji t menghasilkan nilai t-hitung = 2,684 dengan signifikansi 0,075 (>0.05), menunjukkan bahwa Jumlah Wajib Pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan Badan. Dengan demikian, peningkatan Jumlah Wajib Pajak tidak serta-merta meningkatkan penerimaan pajak. Faktor lain, seperti kepatuhan wajib pajak, kebijakan perpajakan, dan kondisi ekonomi, kemungkinan lebih berpengaruh. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan faktor-faktor tersebut guna mendapatkan hasil yang lebih komprehensif. Kata Kunci: Jumlah Wajib Pajak, Penerimaan Pajak Penghasilan Badan, Regresi Linear Sederhana
SISTEM PENGUKURAN TSS AIR BERBASIS IOT PADA PABRIK SAWIT
Louis Steven Hutagalung
ABSTRAK Sistem Pengukuran TSS Air Berbasis IOT pada Pabrik Sawit Sistem Pengukuran Total Suspended Solid (TSS) Air Berbasis IoT pada Pabrik Sawit merupakan alat yang dirancang untuk memantau dan mengukur tingkat kekeruhan air limbah pabrik sawit secara real-time. Sistem ini menggunakan sensor turbidity untuk mendeteksi kadar TSS dalam air, ESP32 sebagai mikrokontroler dan modul IoT, serta aplikasi Blynk untuk memudahkan pemantauan jarak jauh melalui perangkat seluler atau komputer. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan layar LCD untuk menampilkan hasil pengukuran secara langsung serta menggunakan baterai dan panel surya sebagai sumber daya listrik yang efisien. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengukur tingkat kekeruhan air dengan nilai rata-rata TSS berkisar antara 71% hingga 78% selama periode pengujian satu jam. Data yang diperoleh dapat dikirimkan dengan baik ke LCD dan aplikasi Blynk selama koneksi internet stabil. Dengan penerapan sistem ini, pemantauan kualitas air limbah pabrik sawit menjadi lebih efektif, efisien, serta dapat membantu dalam pengelolaan limbah guna mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Kata kunci: TSS, IoT, sensor turbidity, ESP32, Blynk, limbah sawit.
RANCANG BANGUN MESIN PEMBERSIH TOREN AIR KAPASITAS 500 LITER
M Maldini Setiawan
Toren air seringkali menjadi tempat berkembang biaknya mikroorganisme, virus dan endapan kotoran yang dapat mencemari air bersih. Oleh karena itu, diperlukan alat yang efektif untuk membersihkan toren air secara berkala. Mesin ini dirancang dengan menggunakan motor penggerak 2 tak yang memutar sikat mata sapu. Sikat ini berfungsi untuk membersihkan dinding dan dasar toren air. Cara kerja mesin yaitu memutar sikat mata sapu menggunakan motor penggerak dan shaft penghubung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin ini efektif dalam membersihkan toren air dengan kapasitas 500 liter mesin ini mampu membersihkan dinding dan dasar toren hingga 90% dalam waktu 3 menit. Mesin ini diharapkan dapat mempermudah pembersihan toren air dan menjaga kualitas air bersih yang disimpan.
Sistem hidrolik pada mesin press limbah botol plastik
M. Husin
Seiring dengan kemajuan ekonomi global, segala sektor mengalami perubahan yang signifikan. Diantaranya adalah limbah rumah tangga yang membutuhkan perhatian khusus agar limbah-limbah tersebut dapat bergerak terurai. Salah satu usaha kecil yang bergerak pada bidang pengumpul barang bekas seperti botol-botol plastik, menyumbang pemaksimalan dalam pengendalian limbah terpilah botol plastik. Sistem hidrolik pada alat pengepresan ini dirancang sebagai inovasi sistem pada mesin press hidrolik dalam proses pengepresan berbagai jenis botol plastik, agar lebih mudah disimpan, diangkut, dan mempermudah pengiriman limbah botol plastik karena telah terkemas dengan rapi. Proses perancangan sistem hidrolik pada mesin ini dilakukan dengan tahapan menganalisis kebutuhan dengan cara survei lapangan, merancang sistem hidrolik, membuat dan merakit komponen-komponen sistem hidrolik. Proyek akhir ini menghasilkan sistem hidrolik mesin press dengan dimensi panjang 60 cm, lebar 50 cm, dan tinggi 150 cm
Rancang bangun mesin press hidrolik sebagai alat bantu produksi limbah botol plastik
M. Nurjaya
Salah satu usaha kecil yang bergerak pada bidang pengepul barang bekas seperti botol-botol plastik, menyumbang pemaksimalan dalam pengendalian limbah terpilah botol plastik. Alat pengepresan ini dirancang sebagai inovasi mesin press hidrolik dalam proses pengepresan berbagai jenis botol plastik, agar lebih mudah disimpan, diangkut, dan mempermudah pengiriman limbah botol plastik karena telah terkemas dengan rapih. Proyek akhir ini menghasilkan desain rancangan dengan dimensi panjang 60 cm, lebar 50 cm, tinggi 150 cm. hasil pengujian mesin press hidrolik dengan media botol-botol plastik seberat 30 kg dengan waktu 25 menit, dan kaleng seberat 67 kg dalam waktu 20 menit, membuktikan mesin ini mampu mengepress menjadi lebih padat dari bentuk awalnya.
RANCANG BANGUN BAK PENAMPUNG ALAT PENGANGKUT SAWIT
M. RIDWAN
ABSTRAK RANCANG BANGUN BAK PENAMPUNG ALAT PENGANGKUT SAWIT Sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia, khususnya di Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, memegang peranan penting dalam perekonomian nasional. Namun, petani sawit di wilayah tersebut menghadapi tantangan dalam pengangkutan buah sawit dengan alat angkut yang terbatas, seperti gerobak arco yang hanya mampu mengangkut 50?60 kg per muatan. Kendala tersebut berdampak pada waktu kerja yang lama dan tenaga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun alat angkut sawit yang lebih efisien dengan kapasitas angkut maksimal 200 kg per pengangkutan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini mampu menahan beban hingga 200 kg dan mengangkut sawit dengan kapasitas sesuai yang diharapkan, yaitu sekitar 10 tandan buah sawit dengan total berat 238,53 kg. Kata Kunci : Alat, Pengangkut, Sawit