Publikasi Terbaru
Analisa dan Perbaikan Mekanisme Kinerja Roll and Bending Machine dengan sistem kontrol elektrik
Ridho isaldino
ABSTRAK ANALISA DAN PERBAIKAN MEKANISME KINERJA ROLL AND BENDING MACHINE DENGAN SISTEM KONTROL ELEKTRIK Roll And Bending Machine Elektrik merupakan mesin yang kegunaan untuk pengeroll plat dan pipa. Penulis melakukan observasi pada mesin, dan menganalisa adanya kerusakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme kinerja mesin dan melakukan perbaikan komponen-komponen yang rusak. Berdasarkan hasil pembahasan pada mesin Roll And Bending Machine Elektrik ini adanya kerusakan pada Panel control box, Rantai penghubung Sprocket gearbox dan Sprocket roll tidak simetris, pergantian soket penghubung listrik dari panel menuju motor listrik, Pergantian roda, Pengecetan kerangka mesin dan penambahan Spie pada pully. Untuk mengetahui perbaikan Mesin Roll And Bending Machine Elektrik ini berfungsi sesuai standar kinerja mesin dilakukan uji coba pada besi plat, besi plat strip, dan besi hollow. Dengan hasil pengerolan plat Besi ketebalan 2 mm panjang 95 cm dan lebar 25 cm ketebalan 2 mm menjadi diameter lingkaran 30 cm setelah di roll. Besi plat Strip ketebalan 2 mm dengan ukuran panjang 50 cm menjadi diameter lingkaran 35 cm setelah di bending Besi hollow ketebalan 1 mm dengan ukuran panjang 50 cm menjadi diameter lingkaran 40 cm setelah di bending. Kata Kunci : Roll And Bending Machine Elektrik
PENGARUH MODAL KERJA DAN PENJUALAN TERHADAP LABA BERSIH PADA PERUSAHAAN PERKEBUNAN SAWIT YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2019-2023
AHMAD YUSUF ARAS
Peran modal kerja dan penjualan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan dalam mengoperasiannya. Penggunaan kedua faktor tersebut akan memberikan gambaran bahwa efektifitas penggunaan modal kerja dan penjualan akan tertuju pada peningkatan dan penurunan laba bersih perusahaan. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh modal kerja dan penjualan terhadap laba bersih pada perusahaan perkebunan sawit. Penelitian ini mengambil data secara time series berupa laporan keuangan selama periode 2019-2023. Alat analisis yang digunakan adalah program spss versi 25 dengan Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji asumsi klasik dan uji regresi linear berganda dan uji koefisien determinasi R2 dan pengujian hipotesis menggunakan uji secara parsial (t) dan uji secara simultan (F) dengan maksud untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat pada tingkat kepercayaan 63,2% (? = 0,05). Hasil penelitian ini didasarkan pada (Uji-t), modal kerja tidak berpengaruh terhadap laba bersih secara parsial dengan nilai thitung 1,374 < ttabel 2,011, sedangkan penjualan berpengaruh terhadap laba bersih secara parsial dengan nilai thitung 6,101 > ttabel 2,011. Secara bersamaan (Uji-F), modal kerja dan penjualan secara simultan berpengaruh terhadap laba bersih dengan nilai Fhitung > Ftabel, yakni 40,330 > 3,20. Kata Kunci : Modal Kerja, Penjualan, Laba Bersih
RANCANG BANGUN KEDUDUKAN DAN ALAT PRAKTEK PEMBONGKARAN DAN PERAKITAN CONTROL VALVE EXCAVATOR PC130
RIDO KURNIAWAN
Penggunaan dudukan secara umum dapat membantu menjaga alat tetap dalam posisi yang diinginkan, selain itu dudukan juga dapat meningkatkan keamanan pengguna dengan mengurangi risiko cedera atau kerusakan yang mungkin terjadi selama penggunaan, disamping itu juga dudukan dapat dilakukan untuk melakukan pembongkaran dan perakitan. Dengan ini maka akan dibuat sebuah rancang bangun kedudukan untuk Control Valve, dudukan akan dirancang dengan ringkas dan kuat untuk menopang beban yang akan diberikan, rancang bangun kedudukan ini juga sangat dibutuhkan agar dapat menyimpan sebuah alat dengan aman dan rapih ditempatnya. Pengujian yang dilakukan dengan menggunakan kedudukan dan alat praktek pembongkaran & perakitan Control Valve Excavator PC130 dinilai lebih baik menggunakan kedudukan dan alat praktek tersebut karena dapat mempermudah proses pembongkaran & perakitan, serta membuat posisi kerja lebih leluasa dan maksimal dalam bekerja. Kata Kunci : Rancang, Bangun, Kedudukan, Control, Valve ABSTRACT The use of a stand in general can help keep the tool in the desired position, apart from that the stand can also increase user safety by reducing the risk of injury or damage that may occur during use, besides that the stand can also be used to carry out disassembly and assembly. With this, a position design will be created for the Control Valve, the holder will be designed concisely and strongly to support the load that will be given, this position design is also very necessary in order to be able to store a tool safely and neatly in its place. Tests carried out using positions and practice tools for disassembling & assembling the Control Valve Excavator PC130 are considered better using these positions and practice tools because they can simplify the disassembly & assembly process, as well as making the working position more flexible and maximal at work. Keywords : Design, Build, Position, Control, Valve
PENGUJIAN KINERJA DAN KAPASITAS MESIN COCOBRISTLE SEMI OTOMATIS
Alanda Dwi Gova
PENGUJIAN KINERJA DAN KAPASITAS MESIN COCOBRISTLE SEMI OTOMATIS Indonesia sebagai negara tropis dengan hasil alam melimpah, termasuk kelapa, menghasilkan berbagai bagian buah kelapa, di antaranya 65% berat kernel (tempurung, daging buah, dan air) serta 35% berat sabut kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja mesin pengurai sabut kelapa hasil rancangan ulang, yang mencakup stabilitas, kualitas serabut, dan kapasitas produksi. Kapasitas tertinggi mesin mencapai 11.988 gram/jam dengan massa input 498 gram dan waktu penguraian 45 detik, sedangkan massa input yang berlebih justru menurunkan efisiensi. Komponen seperti rangka, konveyor, dan roll berfungsi dengan baik. Vibrasi yang di hasilkan sudah baik ditandai dengan rangka yang tidak bergeser dari tempatnya., hasil penguraian sabut masih kurang optimal karena bagian tengah sabut tidak terurai sepenuhnya. Namun, tingkat kehalusan sabut yang dihasilkan sudah cukup baik. Penyempurnaan pada sistem pemrosesan dan pengaturan mesin diperlukan untuk memastikan seluruh bagian sabut terurai secara optimal. Kata kunci : Mesin Pengurai Sabut Kelapa, Kinerja Mesin, Kapasitas Produksi
PENGARUH TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK DAN PEMERIKSAAN PAJAK TERHADAP PENINGKATAN PENERIMAAN PAJAK BADAN PADA KPP PRATAMA JAMBI
Rima Melati
ABSTRAK PENGARUH TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK DAN PEMERIKSAAN PAJAK TERHADAP PENINGKATAN PENERIMAAN PAJAK BADAN PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA JAMBI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tingkat kepatuhan wajib pajak badan dan pemeriksaan pajak berpengaruh terhadap tingkat penerimaan pajak badan pada perusahaan yang terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jambi periode 2019-2022. Faktor-faktor yang diuji dalam penelitian ini adalah tingkat kepatuhan wajib pajak dan pemeriksaan pajak sebagai variabel independen, sedangkan tingkat penerimaan pajak badan sebagai variabel dependen. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar efektif di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jambi periode 2019-2022. Penelitian ini menggunakan metode slovin dengan total sampel sebanyak 150 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak dan pemeriksaan pajak berpengaruh terhadap tingkat penerimaan pajak badan. Kata Kunci : Kepatuhan, Pemeriksaan dan Penerimaan Pajak
RANCANG BANGUN SISTEM TRANSMISI MESIN PENCACAH PELEPAH SAWIT UNTUK PUPUK KOMPOS
Albert simanullang
Petani sawit memanfaatkan pelepah pohon sawit sebagai media pupuk kompos dengan cara memotong pelepah menggunakan parang atau golok. Namun cara yang digunakan masih manual politeknik jambi telah membuat mesin pencacah pelepah sawit untuk mengatasi masalah tersebut. Pada penelitian ini penulis melakukan rancang bangun sistem transmisi mesin pencacah pelepah sawit. Mekanisme Sistem transmisi mesin ini yaitu motor diesel sebagai sumber penggerak utama mentransfer tenaga putaran melalui vanbelt dan pulley ke poros pencacah hingga berputar. Sistem transmisi mesin pencacah ini terdiri dari motor bakar diesel TG 175 A kapasitas 7 hp, poros pencacah diameter 44 cm x 1,7 m, bearing duduk ASB P 206 As 30 mm, pulley mesin B2 4 inci, pulley poros pecacah B2 6 inci dan vanbelt tipe B-52. Hasil Kecepatan transmisi tertinggi yaitu berada diputaran pulley mesin 2394 rpm dan pulley poros pencacah 1885 rpm diukur dengan tacho meter